R Series Oppo Takkan 'Saling Makan'

2016-04-11


oppor7s.jpg


Jakarta - Lini R7 Series Oppo punya empat varian dengan diferensiasi yang tak terlalu jomplang. Namun dengan strategi jitu, Oppo sukses menjaga agar masing-masing anggota R Series tak saling mengkanibal.

Menurut Aryo Meidianto, Media Engagement Oppo Indonesia, vendor asal Tiongkok tersebut dari awal sudah punya roadmap yang jelas terkait lifecycle produknya, termasuk untuk R Series yang saat ini punya varian R7 reguler, R7 Plus, R7 Lite, dan paling anyar R7s.

"Sejatinya lini R mengutamankan pada keunggulan desain dan material, jadi penampilan varian R Series kurang lebih sama. Cuma emang positioning-nya berbeda," ujar Aryo saat berbincang dengan detikINET, Jumat (4/12/2015).

Oppo R7 Lite misalnya, diposisikan untuk menjangkau pasar yang lebih muda, di rentang usia 17-23 tahun. "Pasar di segmen ini dasarnya ingin punya device dengan desain kece," imbuhnya.

Sementara R7 Plus yang sudah dilengkapi dengan fitur pemindai sidik jari (finger print) dan teknologi charger kilat, lebih menyasar kalangan mobile di rentang 17-27 tahun.

"Di segmen ini, selain concern dengan desain, mereka juga butuh kemampuan charger cepat. Dimana hal ini bisa ditunjang oleh VOOC Flash Charge yang menjadi pengisian cepat khas Oppo," jelas Aryo.

Sementara untuk R7s yang jadi produk terbaru disebut sebagai anggota keluar R Series yang paling tinggi kastanya, terlebih dengan adanya RAM 4 GB di ponsel tipis tersebut.

Kolaborasi RAM 4 GB dan prosesor Qualcomm Snapdragon 615 bakal membuat performa ponsel ini bisa diandalkan untuk keperluan mobile profesional.

"Jadi di antara R Series gak bakal saling makan antara satu sama lain, karena masing-masing ada segmentasinya," Aryo menegaskan.

Selain itu, Oppo juga sangat menjaga basis produksi dari setiap produknya. Meskipun di pasaran produk Oppo sudah habis dan ada permintaan pesanan lagi dari mitra retailnya, Oppo tak lantas memberi pasokan langsung ke pasar.

"R7 Plus itu kan kita buat terbatas. Itu habis dengan cepat dan masih ada saja request untuk minta stok ulang. R7 Lite juga demikian. Dua minggu setelah peluncurannya (R7 Lite-red.) juga langsung ludes. Dalam waktu singkat itu, kontribusi R7 Lite bahkan sekitar 25% terhadap pasar Oppo secara nasional," ungkap Aryo.

"R7 versi reguler juga demikian, banyak yang cari. Setelah beberapa minggu kita datangkan, langsung habis. orang pun masih banyak yang cari sampai sekarang," lanjutnya.

Namun karena Oppo R Series masih diproduksi di China maka Oppo jadi tak bisa jor-joran untuk urusan produksi. Sebab jika harus memproduksi lagi, maka produk tersebut harus antre lagi dari belakang. Sebab, setiap pabrik perakitan sudah punya rencana produksi dari jauh-jauh hari.

"Jadi ketimbang harus menunggu lama untuk produksi ulang, lebih baik kita meluncurkan R Series versi baru yang lebih powerful, dalam hal ini adalah R7s," Aryo menandaskan.