Perjalanan Panjang Produksi Ponsel Pintar

2016-04-11


0707137image-1-Oppo780x390.jpg


Setelah dirakit bahkan sudah lolos quality control (QC), sebuah ponsel pintar juga harus memasuki area "penyiksaan" untuk melihat seberapa kuat mereka bertahan dalam kondisi atau saat yang ekstrem.


Ternyata rentang produksi sebuah ponsel pintar bukan cuma dari merakit komponen, lalu menditeksi dan mencoba semua komponen sudah berjalan baik, hingga memeriksa kembali kondisi dan kelengkapannya. Sebuah ponsel pintar juga harus dimasukkan ke dalam area "penyiksaan" yang berlabel laboratorium quality control. Pada area tersebut dari semua tipe ponsel akan diambil secara acak untuk selanjutnya dilakukan percobaan ekstrem.


Pada kunjungan Kompas.com Selasa (25/8) lalu di pabrik Oppo Indonesia, Tangerang, ditunjukkan bagaimana 3 tipe dari ponsel pintar Oppo yang diproduksi di pabrik yang punya nilai investasi USD 30 juta tersebut "disiksa." Pada ruangan yang berlabel laboratorium quality control, Manager Engineer Assistant Oppo Indonesia Mathias menunjukkan ada 6 tahap "penyiksaan" yang akan dilalui oleh ponsel pintar Oppo.


Pertama adalah drop test, di dalam alat persegi tersebut ponsel pintar Oppo akan diangkat dan selanjutnya dijatuhkan. Alat drop test yang diberi nama Mobile Edge Tester tersebut akan mengangkat ponsel pada ketinggian 10 cm lalu ponsel pintar tersebut dibiarkan terjun bebas, drop test ini akan berlangsung berulang-ulang. Drop test dilakukan untuk mengetahui kekuatan perangkat ponsel pintar Oppo jika ponsel tersebut terbanting saat pengguna meletakannya.


Selanjutnya, USB port test yaitu pengujian terhadap fungsi dari port micro USB yang ada di ponsel pintar. Menggunakan USB Swing Machine, kabel data akan dicolokkan ke port micro USB di ponsel pintar Oppo dengan posisi yang berbeda-beda. Bergeser ke kanan, sebuah kardus yang berisi ponsel pintar Oppo diletakkan pada mesin yang disebut Vibration test. Alat tersebut akan menguji kekuatan perangkat keras dan lunak ponsel pintar Oppo saat terjadi guncangan di perjalanan.


Memasuki ruangan lain, pengujian selanjutnya adalah cold and thermal shock test.Yaitu, alat yang menguji kekuatan ponsel pintar Oppo saat harus menghadapi suhu yang ekstrem. Misalnya pada saat ponsel pintar Oppo dibawa ke luar Indonesia yang suhunya bertemperatur sangat dingin atau sangat panas.


Jika drop test hanya menghempaskan ponsel pintar Oppo dari ketinggian 10 cm, roller experiment test akan menggulingkan ponsel pintar Oppo secara terus menerus. Pengujian ini dilakukan untuk melihat bagaimana komponen dan material ponsel pintar kuat saat harus menghadapi kondisi jatuh dan terpelanting. Terakhir adalah humidity test, melalui Temp and Huni Programmable Chamber ponsel pintar Oppo akan diuji ketahanannya terhadap serangan jamur.


Perlu diingat, "penyiksaan" terhadap ponsel pintar produksi Oppo hanya untuk keperluan sampling. Semua ponsel pintar yang sudah masuk laboratorium quality control tersebut tidak akan dijual malah akan dihancurkan. Tetapi setidaknya pengujian ekstrem yang dilakukan Oppo ini dapat menjadi tolak ukur memastikan standar dan prosedur sudah sesuai dengan kualitas dan berjalan dengan baik.